Prolaps Uteri Stadium III Multikompartemen Pada Wanita Postmenopause: Laporan Kasus Penatalaksanaan Total Transvaginal Hysterectomy

Isi Artikel Utama

Dharma Putra Perjuangan Banjarnahor
Windi Clara Viena
Tasya Monica
Aura Dhiya Ulhaq

Abstrak

Prolaps uteri merupakan kondisi ginekologi di mana organ uterus mengalami penurunan ke dalam maupun ke luar vagina. Prevalensi prolaps uteri adalah 50% pada wanita yang pernah melahirkan. Prolaps uteri merupakan salah satu jenis Prolaps Organ Panggul (POP), yang ditandai oleh herniasi atau turunnya uterus ke dalam maupun ke luar vagina akibat melemahnya otot dasar panggul dan jaringan pendukung lainnya, seperti ligamen dan fasia. Beberapa faktor risiko, seperti penuaan, peningkatan tekanan intra-abdomen, atau multiparitas, dapat menyebabkan kondisi ini. Diagnosis dapat ditegakkan menggunakan sistem Pelvic Organ Prolapse Quantification (POP-Q). Penatalaksanaan yang efektif memerlukan pencegahan dini melalui latihan otot dasar panggul dan strategi pengobatan, yang mencakup penggunaan pesarium atau intervensi bedah. Prolaps uteri tidak mengancam jiwa, tetapi dapat menimbulkan morbiditas yang signifikan dan berdampak negatif pada kualitas hidup pasien, baik fisik maupun mental. Studi ini melaporkan kasus seorang wanita berusia 57 tahun (P3A0) yang datang dengan keluhan utama adanya massa yang keluar dari vagina sejak 3 tahun terakhir. Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, pasien didiagnosis mengalami prolaps uteri derajat 3. Dari inspeksi, diketahui adanya riwayat pemberian terapi pesarium, tetapi keluhan subjektif tidak membaik. Pasien dirawat inap dan direncanakan menjalani tindakan histerektomi transvaginal total dengan kolporafi anterior dan posterior. Prognosis klinis pasca histerektomi transvaginal total adalah bonam, ditandai dengan perbaikan luaran hidup dan fungsionalitas, hilangnya keluhan prolaps, peningkatan kualitas hidup, serta penurunan risiko kekambuhan pada wanita pascamenopause.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Banjarnahor, D. P. P., Viena, W. C., Monica, T., & Ulhaq, A. D. (2025). Prolaps Uteri Stadium III Multikompartemen Pada Wanita Postmenopause: Laporan Kasus Penatalaksanaan Total Transvaginal Hysterectomy. Prominentia Medical Journal, 6(2), 96–105. https://doi.org/10.37715/pmj.v6i2.6022
Bagian
Articles

Referensi

Aboseif, C. dan Liu, P. (2022) ‘Pelvic organ prolapse’. Dalam: StatPearls [online]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Tersedia pada: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK563229/.

Akbar, M.I.A., Tjokroprawiro, B.A. dan Hendarto, H. (ed.) (2020) Ginekologi praktis komprehensif. Surabaya: Airlangga University Press.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) (2021) ‘Understanding pelvic organ prolapse’ [online]. Tersedia pada: https://www.acog.org/womens-health/videos/understanding-pelvic-organ-prolapse.

Hoffman, B.L. et al. (2016) Williams gynecology. Edisi ke-3. New York: McGraw-Hill Education.

Hadizadeh-Talasaz, Z. et al. (2024) ‘Worldwide prevalence of pelvic organ prolapse: A systematic review and meta-analysis’, Iranian Journal of Public Health, 53(3), hlm. 524–538 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.18502/ijph.v53i3.15134.

Jorge, J.M.N. dan Bustamante-Lopez, L.A. (2022) ‘Pelvic floor anatomy’, Annals of Laparoscopic and Endoscopic Surgery, 7, artikel 20 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.21037/ales-2022-06.

Kusumadewi, R. (2020) Prevalensi prolaps organ panggul dan penatalaksanaannya di Poliklinik Uroginekologi RSUPN Ciptomangunkusumo: Audit tahun 2016–2018 [tesis]. Universitas Indonesia. Tersedia pada: https://lib.ui.ac.id/detail?id=20504352&lokasi=lokal.

Obeagu, E.I. dan Obeagu, G.U. (2023) ‘Uterine prolapse: An update of prevalence and risk factors’, Journal of Gynecology and Women’s Health, 25(4), artikel 556169 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.19080/JGWH.2023.25.556169.

Prawira, N.A. (2023) Prevalensi dan karakteristik pasien prolaps uteri di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2020–2022 [skripsi]. Universitas Sriwijaya. Tersedia pada: https://repository.unsri.ac.id/137045/.

Raju, R. dan Linder, B.J. (2021) ‘Evaluation and management of pelvic organ prolapse’, Mayo Clinic Proceedings, 96(12), hlm. 3122–3129 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1016/j.mayocp.2021.09.005.

Roziana dan Fathanah, N.N. (2022) ‘Recurrent pelvic organ prolaps after surgery’, Jurnal Kedokteran Syiah Kuala [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.24815/jks.v0i0.26654.

Schulten, S.F. et al. (2022) ‘Risk factors for primary pelvic organ prolapse and prolapse recurrence: An updated systematic review and meta-analysis’, American Journal of Obstetrics and Gynecology, 227(2), hlm. 192–208 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1016/j.ajog.2022.04.046.

Triharsadi, R. et al. (2021) ‘Prolaps organ panggul multipel pada wanita multipara: Sebuah laporan kasus’, Unram Medical Journal, 10(2), hlm. 456–459 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.29303/jku.v10i2.533.