Analisis Korelasi Antara Indeks Massa Tubuh (BMI), Homa-Ir dan Insulin pada Wanita dengan Sindrom Ovarium Polikistik

Isi Artikel Utama

Thomy Al Jabbari Zaman
Salmon Charles Pardomuan Tua Siahaan
Rosalyn Devina Santoso
Gladys Adipranoto
Raden Roro Shinta Arisanti

Abstrak

Latar belakang: Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) merupakan gangguan endokrin pada wanita usia reproduktif yang sering disertai resistensi insulin dan peningkatan indeks massa tubuh (BMI). Tujuan: Menganalisis hubungan antara BMI, HOMA-IR, dan kadar insulin pada wanita dengan PCOS, serta membandingkan karakteristik klinis dan metabolik dengan wanita sehat. Metode: Penelitian observasional potong lintang ini melibatkan 24 subjek (12 PCOS, 12 sehat). Data dikumpulkan melalui pemeriksaan klinis dan laboratorium, dianalisis dengan uji Chi-Square, uji T, dan korelasi Pearson. Hasil: Kelompok PCOS menunjukkan anovulasi, hiperandrogenisme, dan morfologi ovarium polikistik secara signifikan (p = 0,000), serta BMI dan HOMA-IR yang lebih tinggi (p = 0,003 dan p = 0,000). Ditemukan korelasi positif yang signifikan antara BMI, HOMA-IR, dan kadar insulin pada kelompok PCOS. Kesimpulan: Wanita dengan PCOS memiliki profil metabolik yang lebih buruk, dengan hubungan yang erat antara peningkatan BMI dan resistensi insulin.


Catatan Koreksi (Versi 2) : Artikel ini telah diperbarui untuk mencantumkan nomor laik etik (ethical clearance) yang terlewat pada publikasi versi awal. Perubahan ini bersifat administratif dan tidak mengubah data, metodologi, maupun kesimpulan ilmiah dari penelitian ini.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Zaman, T. A. J., Siahaan, S. C. P. T., Santoso, R. D., Adipranoto, G., & Arisanti, R. R. S. (2026). Analisis Korelasi Antara Indeks Massa Tubuh (BMI), Homa-Ir dan Insulin pada Wanita dengan Sindrom Ovarium Polikistik. Prominentia Medical Journal, 6(1), 59–68. https://doi.org/10.37715/pmj.v6i1.5747 (Original work published 29 Mei 2025)
Bagian
Articles

Referensi

Amiri, M., Hatoum, S., Hopkins, D., Buyalos, R.P., Ezeh, U., Pace, L.A. et al. (2024) ‘The association between obesity and polycystic ovary syndrome: An epidemiologic study of observational data’, The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 109(10), pp. 2640–2657. [Online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1210/clinem/dgae488

Barber, T.M., Hanson, P., Weickert, M.O. dan Franks, S. (2019) ‘Obesity and polycystic ovary syndrome: Implications for pathogenesis and novel management strategies’, Clinical Medicine Insights: Reproductive Health, 13, article 1179558119874042. [Online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1177/1179558119874042

Deswal, R., Narwal, V., Dang, A. dan Pundir, C.S. (2020) ‘The prevalence of polycystic ovary syndrome: A brief systematic review’, Journal of Human Reproductive Sciences, 13(4), pp. 261–271. [Online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.4103/jhrs.JHRS_95_18

Dolo, S.H.P. (2023) Hubungan resistensi insulin dan gangguan siklus haid pada remaja obesitas. Skripsi. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Franks, S. dan Hardy, K. (2020) ‘What causes anovulation in polycystic ovary syndrome?’, Current Opinion in Endocrine and Metabolic Research, 12, pp. 59–65, Tersedia pada: https://doi.org/10.1016/j.coemr.2020.03.001 .

Glueck, C.J. dan Goldenberg, N. (2019) ‘Characteristics of obesity in polycystic ovary syndrome: Etiology, treatment, and genetics’, Metabolism, 92, pp. 108–120. [Online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1016/j.metabol.2018.11.002

Kim, J.J., Hwang, K.R., Chae, S.J., Yoon, S.H. dan Choi, Y.M. (2020) ‘Impact of the newly recommended antral follicle count cutoff for polycystic ovary in adult women with polycystic ovary syndrome’, Human Reproduction, 35(3), pp. 652–659. [Online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1093/humrep/deaa012

Liu, Q., Xie, Y., Qu, L., Zhang, M. dan Mo, Z. (2019) ‘Dyslipidemia involvement in the development of polycystic ovary syndrome’, Taiwanese Journal of Obstetrics and Gynecology, 58(4), pp. 447–453. [Online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1016/j.tjog.2019.05.003

Neubronner, S.A., Indran, I.R., Chan, Y.H., Thu, A.W.P. dan Yong, E. (2021) ‘Effect of body mass index (BMI) on phenotypic features of polycystic ovary syndrome (PCOS) in Singapore women: A prospective cross-sectional study’, BMC Women's Health, 21, article 135. [Online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1186/s12905-021-01277-6

Qu, X. dan Donnelly, R. (2020) ‘Sex hormone-binding globulin (SHBG) as an early biomarker and therapeutic target in polycystic ovary syndrome’, International Journal of Molecular Sciences, 21(21), article 8191. [Online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.3390/ijms21218191

Lestari, P.H.P. (2021) *Analisis kadar chemerin dan homeostatic model assessment insulin resistance (HOMA-IR) pada subjek dewasa dengan dan tanpa obesitas tipe sentral*. Karya akhir. Makassar: Universitas Hasanuddin. Tersedia pada: https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/13011/.

Franciska, S., Hestiantro, A. dan Kartika, T. (2025) ‘Ketidakseimbangan Th17 dan Treg pada pasien PCOS dengan resistensi insulin: Tinjauan literatur terhadap potensi suntikan terapi’, Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya, 13(1), pp. 1–13. [Online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.37304/jkupr.v13i1.17456.

Sitanggang, A.E.G. (2024) Hubungan faktor risiko dengan penggunaan obat pada pasien sindrom ovarium polikistik (SOPK) di Klinik Kencana Kota Sorong. Skripsi. Sorong: Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong.

Wierman, M.E. (2021) ‘Hyperandrogenic Anovulation: Differential Diagnosis and Evaluation’, Endocrinology and Metabolism Clinics of North America, 50(1), pp. 1–10. [Online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1016/j.ecl.2020.12.003

Yuliadha, A. dan Setyaningrum, R.H. (2022) ‘Psikoneuroimunologi depresi pada Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)’, Smart Medical Journal, 5(1), pp. 38–51. [Online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.13057/smj.v5i1.43238

Zhang, H., Wang, W., Zhao, J., Jiao, P., Zeng, L., Zhang, H. et al. (2023) ‘Relationship between body composition, insulin resistance, and hormonal profiles in women with polycystic ovary syndrome’, Frontiers in Endocrinology, 13, article 1085656. [Online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.3389/fendo.2022.1085656

Zhang, H., Qiu, W., Zhou, P., Shi, L., Chen, Z., Yang, Y. et al. (2024) ‘Obesity is associated with SHBG levels rather than blood lipid profiles in PCOS patients with insulin resistance’, BMC Endocrine Disorders, 24, article 254. [Online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1186/s12902-024-01789-w

Zhang, Q., Wang, Y., Liu, J. dan Du, Y. (2022) ‘Effects of hypercaloric diet-induced hyperinsulinemia and hyperlipidemia on the ovarian follicular development in mice’, Journal of Reproduction and Development, 68(3), pp. 173–180. [Online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1262/jrd.2021-132

Zatterale, F., Longo, M., Naderi, J., Raciti, G.A., Desiderio, A., Miele, C. dan Beguinot, F. (2020) ‘Chronic adipose tissue inflammation linking obesity to insulin resistance and type 2 diabetes’, Frontiers in Physiology, 10, article 1607. [Online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.3389/fphys.2019.01607