Persepsi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya Terhadap Tantangan Dan Rekomendasi Layanan Telemedicine

Isi Artikel Utama

Fransiska Betsi Intan Devani
Imelda Ritunga
Cempaka Harsa Sekarputri

Abstrak

Layanan telemedicine merupakan bagian dari perkembangan teknologi layanan kesehatan yang memudahkan pasien untuk mendapatkan pengobatan. Hubungan antara dokter dan pasien terus berubah dan berevolusi seiring dengan perkembangan tersebut. Hal tersebut membuat dokter perlu mengikuti perkembangan teknologi dan mampu memanfaatkan teknologi informasi serta komunikasi dalam meningkatkan mutu pelayanan. Mahasiswa kedokteran diharapkan dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi perkembangan teknologi, terutama dalam memberikan layanan telemedicine. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan rekomendasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra terkait kesiapan layanan telemedicine. Metode yang digunakan adalah cross-sectional study dengan analisis kuantitatif deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan sebagian besar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra yang mengisi kuesioner setuju adanya tantangan dan rekomendasi layanan telemedicine. Terdapat tiga tantangan utama dengan nilai tertinggi yaitu hambatan teknologi yang muncul, mengetahui hukum yang berlaku, dan keterampilan klinis. Tiga hal yang paling direkomendasikan oleh mahasiswa adalah mempelajari pentingnya keamanan data pasien, etika, dan kemampuan berkomunikasi.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Devani, F. B. I., Ritunga, I., & Sekarputri, C. H. (2025). Persepsi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya Terhadap Tantangan Dan Rekomendasi Layanan Telemedicine. Prominentia Medical Journal, 6(1), 1–18. https://doi.org/10.37715/pmj.v6i1.5449
Bagian
Articles

Referensi

Alkureishi, M.A., Choo, Z.Y., Lenti, G., Castaneda, J., Zhu, M., Nunes, K., Weyer, G., Oyler, J., Shah, S. dan Lee, W.W. (2021) ‘Clinician perspectives on telemedicine: observational cross-sectional study’, JMIR Human Factors, 8(3), e29690 [online]. Tersedia pada: https://humanfactors.jmir.org/2021/3/e29690/

Arfah, N.A. dan Puspitosari, H. (2023) ‘Perlindungan hukum terhadap data pasien telemedicine dalam menerima pelayanan medis berbasis online’, Jurnal Fusion, 3(7), pp. 658–668 [online]. Tersedia pada: https://fusion.rifainstitute.com/index.php/fusion/article/view/339

Budiman, S.V., Ratag, G.A.E. dan Wahongan, G.J.P. (2023) ‘Analisis kualitatif mengenai persepsi dan pengetahuan masyarakat tentang telemedicine’, Medical Scope Journal, 4(2), pp. 170–177 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.35790/msj.v4i2.44858

Çetinkaya, L. dan Toy, S. (2024) ‘Medical students’ knowledge, perceptions, and expectations regarding telemedicine education’, Tıp Eğitimi Dünyası, 23(70), pp. 124–136 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.25282/ted.1488595

Dewayanti, I. dan Firdaus, S.U. (2022) ‘Telemedicine in Indonesia: perspective of ethic, discipline and law’, dalam Proceedings of the International Conference for Democracy and National Resilience 2022 (ICDNR 2022). Atlantis Press, pp. 3–15 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.2991/978-2-494069-75-6_2.

El Naamani, K., Abbas, R., Mukhtar, S., El Fadel, O., Sathe, A., Kazan, A.S., El Hajjar, R., Sioutas, G.S., Tjoumakaris, S.I., Bhaskar, S.M.M., Herial, N.A., Gooch, M.R., Rosenwasser, R.H. dan Jabbour, P. (2022) ‘Telemedicine during and post-COVID 19: the insights of neurosurgery patients and physicians’, Journal of Clinical Neuroscience, 99, pp. 204–211 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1016/j.jocn.2022.03.006

Fields, B.G. (2020) ‘Regulatory, legal, and ethical considerations of telemedicine’, Sleep Medicine Clinics, 15(3), pp. 409–416 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1016/j.jsmc.2020.06.004

Flodgren, G., Rachas, A., Farmer, A.J., Inzitari, M. dan Shepperd, S. (2015) ‘Interactive telemedicine: effects on professional practice and health care outcomes’, Cochrane Database of Systematic Reviews, 2015(9), CD002098 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1002/14651858.CD002098.pub2.

Gioia, G. dan Salducci, M. (2019) ‘Medical and legal aspects of telemedicine in ophthalmology’, Romanian Journal of Ophthalmology, 63(3), pp. 197–207 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.22336/rjo.2019.31.

Gordon, H.S., Solanki, P., Bokhour, B.G. dan Gopal, R.K. (2020) ‘“I’m not feeling like I’m part of the conversation” patients’ perspectives on communicating in clinical video telehealth visits’, Journal of General Internal Medicine, 35(6), pp. 1751–1758 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1007/s11606-020-05673-w.

Haleem, A., Javaid, M., Singh, R.P. dan Suman, R. (2021) ‘Telemedicine for healthcare: capabilities, features, barriers, and applications’, Sensors International, 2, 100117 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1016/j.sintl.2021.100117.

Herlambang, P.M. dan Budiyanti, R.T. (2023) ‘Urgensi pengembangan kurikum pendidikan kedokteran di era digitalisasi layanan kesehatan’, Smart Society Empowerment Journal, 3(2), pp. 32–37 [online]. Tersedia pada: https://jurnal.uns.ac.id/sse/article/view/73152.

Ikatan Dokter Indonesia (2018) Telemedis: rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia untuk masa depan digitalisasi kesehatan di Indonesia. Jakarta: Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia.

Jiménez-Rodríguez, D., Santillán García, A., Montoro Robles, J., Rodríguez Salvador, M. del M., Muñoz Ronda, F.J. dan Arrogante, O. (2020) ‘Increase in video consultations during the COVID-19 pandemic: healthcare professionals’ perceptions about their implementation and adequate management’, International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(14), 5112 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.3390/ijerph17145112.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2019) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Telemedicine Antar Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Konsil Kedokteran Indonesia (2012) Standar kompetensi dokter Indonesia. Edisi kedua. Jakarta: Konsil Kedokteran Indonesia.

Kuntardjo, C. (2020) ‘Dimensions of ethics and telemedicine in Indonesia: enough of Permenkes Number 20 Year 2019 as a frame of telemedicine practices in Indonesia?’, SOEPRA: Jurnal Hukum Kesehatan, 6(1), pp. 1–14 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.24167/shk.v6i1.2606.

Malik, A. dan Chusni, M.M. (2018) Pengantar statistika pendidikan: teori dan aplikasi. Yogyakarta: Deepublish.

Miner, H., Fatehi, A., Ring, D. dan Reichenberg, J.S. (2021) ‘Clinician telemedicine perceptions during the COVID-19 pandemic’, Telemedicine and e-Health, 27(5), pp. 508–512 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1089/tmj.2020.0295.

Newcomb, A.B., Duval, M., Bachman, S.L., Mohess, D., Dort, J. dan Kapadia, M.R. (2021) ‘Building rapport and earning the surgical patient’s trust in the era of social distancing: teaching patient-centered communication during video conference encounters to medical students’, Journal of Surgical Education, 78(1), pp. 336–341 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1016/j.jsurg.2020.06.018.

Nurrohman, T. dan Indrawati, R. (2023) ‘Pengaruh layanan poliklinik online telemedicine terhadap kepuasan pasien di rumah sakit khusus kelas A Jakarta’, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 4(4), pp. 5125–5132 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.55338/jpkmn.v4i4.1877.

Pathipati, A.S., Azad, T.D. dan Jethwani, K. (2016) ‘Telemedical education: training digital natives in telemedicine’, Journal of Medical Internet Research, 18(7), e193 [online]. Tersedia pada: https://www.jmir.org/2016/7/e193/.

Rimmer, R.A., Christopher, V., Falck, A., de Azevedo Pribitkin, E., Curry, J.M., Luginbuhl, A.J. dan Cognetti, D.M. (2018) ‘Telemedicine in otolaryngology outpatient setting—single center head and neck surgery experience’, The Laryngoscope, 128(9), pp. 2072–2075 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1002/lary.27123.

Ritunga, I., Claramita, M., Widaty, S. dan Soebono, H. (2024) ‘Challenges and recommendations in the implementation of audiovisual telemedicine communication: a systematic review’, Korean Journal of Medical Education, 36(3), pp. 315–326 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.3946/kjme.2024.305.

Schoenfeld, A.J., Davies, J.M., Marafino, B.J., Dean, M., DeJong, C., Bardach, N.S., Kazi, D.S., Boscardin, W.J., Lin, G.A., Duseja, R., Mei, Y.J., Mehrotra, A. dan Dudley, R.A. (2016) ‘Variation in quality of urgent health care provided during commercial virtual visits’, JAMA Internal Medicine, 176(5), pp. 635–642 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1001/jamainternmed.2015.8248.

Solimini, R., Busardò, F.P., Gibelli, F., Sirignano, A. dan Ricci, G. (2021) ‘Ethical and legal challenges of telemedicine in the era of the COVID-19 pandemic’, Medicina, 57(12), 1314 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.3390/medicina57121314.

Stovel, R.G., Gabarin, N., Cavalcanti, R.B. dan Abrams, H. (2020) ‘Curricular needs for training telemedicine physicians: a scoping review’, Medical Teacher, 42(11), pp. 1234–1242 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.1080/0142159X.2020.1799959.

Tanaka, M.J., Oh, L.S., Martin, S.D. dan Berkson, E.M. (2020) ‘Telemedicine in the era of COVID-19: the virtual orthopaedic examination’, The Journal of Bone and Joint Surgery. American Volume, 102(12), e57 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.2106/JBJS.20.00609.

Wartiningsih, M., Silitonga, H.T.H., Djuari, L., Prajitno, S. dan Juliasih, N.N. (2023) Komunikasi efektif dalam layanan kesehatan. Bandung: Agiamedia.

Widiastuti dan Ropii, I. (2024) ‘Implementasi telemedis di Indonesia: analisis hukum perlindungan hak pasien dan tenaga medis’, Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 5(2), pp. 209–217 [online]. Tersedia pada: https://jurnal.bundamediagrup.co.id/index.php/iuris/article/view/561.

Yellowlees, P., Chan, S.R. dan Parish, M.B. (2015) ‘The hybrid doctor–patient relationship in the age of technology—telepsychiatry consultations and the use of virtual space’, International Review of Psychiatry, 27(6), pp. 476–489 [online]. Tersedia pada: https://doi.org/10.3109/09540261.2015.1082987.